Memasuki bulan ke-5 di tahun ini. Bulan yang sama, tahun lalu, aku sudah berani untuk kembali membuka hati, untuk laki-laki yang baru pastinya. Agak terlalu cepet sih emang, tapi ga bisa di-anggur-in lama cowok lucu ini, hehe.
Bukan sekedar lucu sebenernya, sekitar 1 bulan aku gantungin dia karena aku masih pengen tau dia kayak apa, maklum aja sih baru kenal 3 bulan.. Kalo disuruh jujur sejujur-jujurnya, di awal jadian belum ada rasa sayang yang bikin aku harus nerima dia jadi pacarku, tiba-tiba aku terima aja gitu. Sebulan, dua bulan jalan sih biasa aja, senengnya cuma karna ada pacar baru, ga kesepian lagi, ya walaupun kontak-kontakan cuma tiap hari Rabu, Sabtu, Minggu, harus kemakan omongan sendiri setelah dulu bilang anti banget pacaran sama Taruna dan ternyata ada sebuah rasa kebanggan kalo lagi jalan sama dia dan seragamnya, kita bakal jadi pusat perhatian orang-orang sekitar, harus ikutan jaga sikap juga kalo lagi sama dia dan seragamnya, seru sih ;)
Ngrasa mulai sayang beneran itu baru setelah beberapa bulan. Taruna yang satu ini hebatnya luar biasa kalo masalah nutupin mood yang lagi jelek. Aku sebagai objek yang jadi sebab dia bete, ga tau kalo waktu itu dia lagi kesel, karna di depan dia kaya biasa aja tetep bersikap manis kaya biasanya, baru deh pas udah balik dianya bilang sebenarnya seharian bete. Aku jadi sadar kalo dia hebat banget dalam masalah ini, aku aja ga sadar kalo dia lagi kesel sama aku.
Dia emang tipe yang cuek, jadii kalo ada hal-hal kecil yang dia lakukan dan buat aku itu ga biasa, aku senengnya luar biasa. pernah waktu habis jalan-jalan dan lewat toko bunga, dia langsung berhenti dan turun dari mobil cuma beli setangkai bunga mawar merah, setangkai doang sih cuma kalo itu dikasih sama pacar kamu yang bukan tipe romantis, mendadak bahagia banget lah. Besoknya, kita ada acara nginep di pantai bareng keluargaku. Malemnya kita, aku sama dia berdua aja, duduk pinggir pantai ngobrol sampe tengah malem, dinginnya angin pantai udah ga kerasa deh itu, hehe. Dan yang ga disangka-sangka, si muka-security-hati-hellokitty ini ngasih puisi ke aku, puisi dadakan yang dia buat waktu itu juga. Akunya lebih mau ke ngakak sih, tapi ngliat dia paling engga ada usaha untuk jadi romantis, aku nya speechless deh. Hal romantis lainnya adalah kalo pas dia bilang "I LOVE YOU". Bukannya apa-apa, hampir setahun pacaran ini, dia ga akan pernah bilang seperti itu kalo emang ga perlu. Misalnya kalo kita lagi kangen dan lama ga ketemu, kalo dia tau aku habis masak (dia bahagianya ga ketulungan kalo tau aku masak), dan kalo kita lagi ngomong serius, baru dia bilang cinta-cinta-an gitu. Dan hampir setahun usia pacaran kita ini, ga pernah lho dia bilang aku cantik, sama sekali :"). Pacarku yang sekarang emang bener-bener beda sama yang sebelum-sebelumnya, selain karna dia adalah Taruna, tapi juga sifatnya. Di saat yang lain sering memuji kecantikan pacarnya, dia baru ngatain aku cantik itu dulu pas aku pake hi heels. Tapi bohong banget kalo hal-hal tadi bikin aku jadi ga sayang sama dia, he has his own way to express his feeling, right?
Jadi kaya gini lho kalo pacaran sama calon Perwira (aamiin), hatinya emang agak dingin, tapi ada sisi-sisi lain yang nunjukin kalo dia adalah pribadi yang hangat. N.A. ♥
Kamis, 02 Mei 2013
Sabtu, 13 Oktober 2012
Berdua - Calvin Jeremy
Ku harap ku yang terakhir dalam hidupmu
Yang selalu bahagiakanmu
Hari demi hari berganti, waktu terus berlalu
Yang menjadi saksi kau dan aku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Ku harap kau jawaban dari penantianku
Setelah sekian ku menunggu
Ku ingin kau yang menjadi teman di hidupku
Yang terbaik dalam kisah cintaku
Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya
Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan
Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya
Tapi kau jangan pergi, tetaplah kau di sini
Ku harap kau jawaban dari penantianku
Setelah sekian ku menunggu
Ku ingin kau yang menjadi teman di hidupku
Yang terbaik dalam kisah cintaku
Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya
Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan
Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya
Tapi kau jangan pergi, tetaplah kau di sini
Hanya dirimu kasih, hanya dirimu
Hanya dirimu kasih, hanya dirimu cintaku
Randomly Sunday
Hari Minggu menjelang siang, mengingat semalam waktu aku bisa meluapkan rasa rindu sama si boyfie November. Rencana yang awalnya mau ketemuan lagi di hari Minggu, tiba-tiba batal aja gitu, feels like i have many things on my mind and I don't want to ruin our Sunday, so I decided to stay at home :')
Mulai dari suasana hati yang ga mendukung, berasa ada sesuatu yang ganjel, kena lagi masalah mobil yang kemarin aku pake, dan kena marah lagi deh sama Bapak :((
Sebenernya itu semua bukan sumber dari sebab kenapa aku ga pengen ketemu dia hari ini, padahal biasanya yang paling ditunggu kalo ga Sabtu ya Minggu, tapi engga untuk Minggu kali ini. Moodku hilang tiba-tiba, dan karna itu aku pun ga mau kalo misal ketemu November, nanti dia ikutan ga mood dan pertemuan kita jadi berantakan.
Semalem, sebenernya aku udah berusaha sebisa mungkin menunjukkan that I'm tough, but I'm too weak to show it. I couldn't handle the flood of tears then he lend me his arm for me to cry on. So dramatic maybe he thought. Mengenai sesuatu yang mungkin aku ga bisa ceritakan disini. Pertemuan singkat. I called it as 'berduaannya sebentar, sendirinya lama.'
Magelang itu terlalu sempit untuk dijelajahi dalam satu malam minggu. November had entered his Military Academy, dan aku ga bisa langsung pulang, ya masa' nanti bapak ibu ngliat anak gadisnya pulang-pulang dengan mata sembab, dan yang pasti aku ga pernah mau menunjukkan kesedihan di depan mereka :)
Hopefully, next week we can meet up again honey, and one thing you should know, I love you..
Mulai dari suasana hati yang ga mendukung, berasa ada sesuatu yang ganjel, kena lagi masalah mobil yang kemarin aku pake, dan kena marah lagi deh sama Bapak :((
Sebenernya itu semua bukan sumber dari sebab kenapa aku ga pengen ketemu dia hari ini, padahal biasanya yang paling ditunggu kalo ga Sabtu ya Minggu, tapi engga untuk Minggu kali ini. Moodku hilang tiba-tiba, dan karna itu aku pun ga mau kalo misal ketemu November, nanti dia ikutan ga mood dan pertemuan kita jadi berantakan.
Semalem, sebenernya aku udah berusaha sebisa mungkin menunjukkan that I'm tough, but I'm too weak to show it. I couldn't handle the flood of tears then he lend me his arm for me to cry on. So dramatic maybe he thought. Mengenai sesuatu yang mungkin aku ga bisa ceritakan disini. Pertemuan singkat. I called it as 'berduaannya sebentar, sendirinya lama.'
Magelang itu terlalu sempit untuk dijelajahi dalam satu malam minggu. November had entered his Military Academy, dan aku ga bisa langsung pulang, ya masa' nanti bapak ibu ngliat anak gadisnya pulang-pulang dengan mata sembab, dan yang pasti aku ga pernah mau menunjukkan kesedihan di depan mereka :)
Hopefully, next week we can meet up again honey, and one thing you should know, I love you..
Kamis, 07 Juni 2012
ups and downs
"If there are no ups and downs in your life, it means you're died."
You will be shocked when someone in your boyfriend's past came into you. Not to break up your relationship, but to told you about what actually happened. I know you made mistake and this also make me afraid. I realize why I needed longer time to gave you answer, because God with me.
Now, please take care of our relationship. My heart is not glasses, but it's too fragile to be hurted by you.
I love you.
Senin, 21 Mei 2012
18 Mei tahun 2012 yang lalu..
Long weekend was coming. Sudah lama saya menunggu datangnya long weekend ini. Seseorang yang menuntut ilmu di dalam akademi militer pun sama seperti saya. Ada rasa rindu dalam diri kita berdua yang harus dilebur dalam long weekend lalu. Memang status itu belum mengikat kita berdua, tapi hari pertama pertemuan kami saat long weekend kemarin sudah membulatkan jawaban saya. Sebenarnya malam itu sedikit kurang leluasa bagi kami berdua karena ada salah seorang temannya yang ikut serta. 'Ya sudahlah' pikir saya. Kasian juga dia anak rantauan dan long weekend ga tau harus kemana. I picked them up kemudian kami pergi makan. Baru pertama kalinya saya makan di luar dan bersama pria-pria berseragam ini. Mulai dari tatapan orang-orang di meja sekitar sampai pelayanan yang berlebihan yang diberikan oleh pelayan yang saya rasa itu tidak seperti biasanya. Lanjut ke mall baru di kota Magelang (pffftttt) karena keinginan mereka berdua untuk masuk ke Rumah Hantu, iya Rumah Hantu. Sama sekali ga ada rasa takut sih awalnya, tapi pas udah di dalem, ya ampun ini yang tiketnya cuma limabelas ribu aja seremnya kaya gini apalagi yang tiket masuknya ratusan ribu ya. Bodo amat lah saya cuma bisa jalan di belakang (sebut saja November) nya dan megangin pinggangnya dan nempelin muka ke punggung dia. Sumpah keluar dari situ nafas langsung ngos-ngosan.
***
Sudah jam 20.30 malam itu, teman si November kami antar pulang dan kita lanjut ngopi di cafe. Sebenarnya ga niat ke cafe ini cuma karna sahabat saya sedang disana yaudah lah pikir saya sekalian nanti dikenalkan. Pas nyampe sana ternyata sahabat saya itu bareng sama temen sekelas di kampus. Ok, I thought it will be easy. Baru pertama itu juga saya liat November ngrokok. Dia semacam anak kecil yang merengek minta permen dan dia merengek kepada saya untuk merokok satu batang saja. Selama dia merokok, saya hanya berusaha menahan nafas dan dia mengerti itu, saya pun mengerti dia, tidak bisa setiap hari dia menikmati rokoknya seperti ini kalau sedang "di dalam".
***
Intinya, saya bahagia banget malam itu. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
